Janji

Di kehidupan sehari-hari kita sering menebar janji. Saking seringnya kita menebar maka sering juga kita tidak menepatinya.

Salah satu contohnya terjadi di dunia kerja. Seringkali user menjanjikan pembayaran invoice ke vendor pada tanggal tertentu, ternyata pada hari-H tidak terwujud. Otomatis vendor merasa kecewa dan service yang diberikan menjadi berkurang. Untuk projek-projek berikutnya tentu vendor akan berpikir 1000x untuk berbisnis dengan user tersebut.

Oleh karena itu bila kita memberi janji sebaiknya berilah janji yang realistis di mana kita bisa memenuhinya. Dan kita harus berprinsip bahwa janji itu hutang yang harus ditepati, bila tidak maka kita akan berdosa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s