Bulutangkis Berduka

Baru saja menyaksikan final bulutangkis Denmark Super Series di TV. Satu-satunya wakil Indonesia di ganda campuran Ahmad/Natsir kembali menelan kekalahan dari lawannya Cina. Sepertinya ini mengulang kekalahan di ajang olimpiade lalu. Indonesia pulang dengan tangan kosong (lagi).

Sepertinya kekuatan bulutangkis kita sedang di titik nadir. Tidak ada emas di olimpiade terakhir. Sudah lama Piala Thomas/Uber tidak menginap di negara kita. Begitu juga Piala Sudirman. Kita tidak lagi ditakuti oleh negara lain.

Hanya di ganda campuran, kita mempunyai pasangan kelas dunia. Di sektor lainnya, terutama sektor putri, kita hanya menjadi penggembura saja, bahkan di level asia tenggara kita sudah dilampaui oleh Thailand.

Ada yang salah dengan sistem pembinaan bulutangkis kita. Secara kelembagaan, PBSI yang paling bertanggung jawab atas keadaan ini. Tapi kita tidak bisa mencari kambing hitam saja. Semua pihak terkait harus duduk bareng mencari solusi untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s