Tua di Jalan

Resiko kerja di Jakarta adalah menghabiskan sebagian besar waktu di jalan. Perjalanan pulang pergi ke kantor menghabiskan waktu sekitar 3 jam. Padahal rumah saya tidak jauh dari kantor untuk ukuran Jakarta, sekitar 15 KM. Kalau pulang pergi 30 KM, berarti kecepatan rata-rata hanya sekitar 10 KM/jam. Masih lebih cepat naik sepedašŸ™‚

Saat pertama kali bekerja tahun 2001, jarak yang sama dapat ditempuh dalam waktu 2 jam. Berarti ada kenaikan waktu tempuh 50% dan penurunan kecepatan 33%. Ini merupakan penurunan kualitas hidup yang tidak bisa dibayar dengan uang. Waktu bersama keluarga menjadi terbatas. Saat akhir pekan jadinya dimamfaatkan untuk memulihkan tenaga yang seharusnya bisa dipakai untuk kegiatan positif lainnya.

Kantor biasanya menyiasati lamanya waktu di jalan ini dengan memberikan jam masuk dan pulang kerja yang fleksibel asal durasinya tetap 8 jam. Ada juga yang memberikan keleluasaan bekerja dari mana saja (remote working) selama pekerjaannya dapat diselesaikan.

Agar tidak tua di jalan maka ada beberapa alternatif :
1. Pindah tempat kerja agar dekat ke rumah.
2. Pindah rumah agar dekat ke tempat kerja.
3. Cari kantor yang bisa remote working, ini biasanya pada perusahaan multinasional yang tidak mempunyai cabang di Jakarta.
4. Cari kantor yang jam kerjanya fleksibel.
5. Mengundurkan diri dan buka usaha sendiri di rumah.
6. Kerja overseas atau pindah kerja ke luar kota yang tingkat kemacetannya lebih rendah.
7. Terima nasib dan menikmati saja yang ada sekarangšŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s