Insting –> Nekat

Beberapa hari terakhir kita mendengar berita tentang mahasiswi yang tewas setelah melompat dari angkot katena khawatir akan adanya kemungkinan tindak kejahatan yang mungkin terjadi kepadanya. Beberapa waktu sebelumnya juga ada berita tentang lelaki yang tewas setelah melompat dari angkot untuk menghindari tindak kejahatan yang sedang terjadi.

Kedua kejadian di atas terjadi karena insting dan pikiran emosional berperan lebih besar daripada pikiran rasional. Dalam situasi ini, keputusan diambil secara cepat dan sering menghasilkan akibat yang salah karena analisa yang terbatas. Berita-berita negatif yang sering terjadi seperti pemerkosaan, perampokan, dan pembunuhan sangat mempengaruhi pikiran korban sehingga timbul insting dan pikiran emosional.

Insting merupakan alarm bagi kita akan adanya sesuatu yang sedang terjadi. Saya pernah mengalami hal yang hampir mirip dengan kejadian di atas. Saat sedang duduk di metromini di perjalanan pulang dari sekolah lalu naik sekelompok pelajar. Mereka duduk di dekat saya. Insting saya mengatakan bahwa mereka akan memalak saya. Sebelum mereka bertindak saya langsung meminta turun padahal belum sampai ke tujuan.

Oleh karena itu yang terbaik adalah mengubah insting yang ada menjadi tindakan terukur dan tidak sekedar nekat. Dalam waktu yang sempit kita harus melakukan analisa yang dalam sehingga tindakan yang kita ambil tidak mencelakakan diri sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s