Ban Bocor (lagi)

Beberapa hari terakhir saya mendengar bunyi di bagian belakang mobil. Bunyinya semakin keras kalau kecepatannya semakin tinggi. Saya menduga pasti ada sesuatu dengan ban belakang. Saat saya lihat sepertinya tidak ada yang aneh dengan bannya.

Untuk beberapa hari saya abaikan saja suaranya. Lalu kemaren sepulang dari acara esia fun day saya coba cek lagi ban belakangnya. Ternyata saya melihat ada baut yang tertanam di ban. Badan bautnya tidak masuk semua ke ban. Inilah yang menyebabkan bunyi saat berjalan karena ada tumbukan antara baut dan aspal jalan. Saat saya mengecek sebelumnya baut itu di bagian bawah sehingga tidak terlihat.

Saya mengira baut tersebut hanya menempel saja seperti halnya batu kecil yang sering ada di ban. Saat saya congkel ternyata panjang juga sehingga saat terlepas langsung menyebabkan ban bocor. Untung saja ada tambal ban di dekat saya berhenti. Lebih tepatnya sebenarnya saya sengaja berhenti di dekat tambal ban agar bisa segera diperbaiki kalau ada masalah🙂 Alhasil bulan ini sudah 2x ke tukang tambal ban.

Kalau ban belakang yang ditambal lebih repot karena harus melepas bannya. Sebaliknya ban depan tidak perlu, cukup dengan membelokkan ban ke arah luar, jadi prosesnya lebih cepat. Dan menambal ban mobil itu jauh lebih mudah dari pada ban motor. Tetapi mengapa harganya lebih mahal ya? Mungkin karena harga mobil lebih mahal dari motor. Harusnya kan karena dilihat dari usaha yang dikeluarkan oleh tukang tambalnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s