Berhenti Saat Di Puncak

Saya kagum dengan orang-orang yang berhenti saat di puncak karier dan meninggalkan jejak yang jelas bagi penerusnya. Mereka ingin mencari sesuatu yang baru dan tidak ingin berada di zona nyaman.

Contohnya adalah Sir Alex Ferguson yang berhenti melatih Manchester United setelah baru saja meraih gelar liga Inggris. Dia juga telah menyiapkan para pemain berkualitas bagi penggantinya David Moyes. Contoh lain adalah CEO perusahaan yang mengundurkan diri saat kinerja perusahaannya cemerlang untuk mencari tantangan baru.

Berhenti saat di puncak memang sulit karena sudah kodrat manusia untuk dipuji dan menjadi orang penting. Orang kalau sedang di atas cenderung ingin terus di atas seperti halnya penguasa. Butuh keyakinan dari dalam diri sendiri untuk berhenti saat di puncak. Hanya orang-orang tertentu yang bisa melakukannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s