Backpacker

Bapak saya sedang jalan-jalan ke Hongkong sendirian. Dia tidak ikut paket tour, semua diurus sendirian ala backpacker agar murah meriah. Tiket dibeli saat ada promosi begitu juga hostel didapatkan lewat internet. Agar murah dipilih tipe kamar dormitory yang bisa memuat hingga 8 orang. Bahkan karena tiba di sana sudah malam, dia menginap di bandara sampai pagi, setelah itu baru masuk ke hostel.

Bapak saya memang suka berjalan-jalan sendiri. Lebih bebas mengatur waktu dibanding berkelompok. Yang jelas biayanya jauh lebih murah. Sebagai persiapan sebelumnya dia sudah membeli buku panduan wisata ke Hongkong jadi sudah jelas apa yang mau dikunjungi di sana.

Logikanya kalau sedang berwisata, waktu lebih banyak di luar hotel. Hotel hanya sebagai tempat istirahat jadi memang tidak perlu tempat yang mahal. Lalu selalu menggunakan moda transportasi umum seperti kereta atau bus yang berharga murah. Untuk makanan bisa mencari makanan siap saji yang banyak tersedia. Dengan prinsip ala backpacker seperti itu kita bisa mengeluarkan biaya yang jauh lebih murah. Tapi saya menganjurkan berwisata ala backpacker ini dipakai di negara yang aman dan teratur serta sudah banyak orang yang berwisata dengan cara backpacker ke negara tersebut, misalkan ke Malaysia, Thailand, Cina. Kalau untuk negara-negara yang kita masih tidak familiar seperti Amerika Latin atau Afrika lebih baik kita mengambil paket tour saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s