Kartu Perdana Rp. 100.000

Saat ini sedang ada wacana untuk menaikkan harga kartu perdana menjadi 100ribu rupiah. Sekarang kartu perdana yang beredar di pasar bisa didapat seharga kurang dari 10ribu rupiah. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi tingkat churn dari kartu perdana. Banyak kejadian orang membeli kartu perdana hanya untuk sekali pakai. Mereka hanya mengambil mamfaat atau bonus dari kartu perdana tersebut lalu membuangnya setelah selesai.

Wacana ini mengingatkan saya saat awal-awal telepon selular berkembang sekitar akhir tahun 90-an. Harga kartu perdana bisa hingga 500ribu rupiah. Bahkan kartu bekas dihargai hingga ratusan ribu rupiah. Jual beli kartu bisa menjadi bisnis yang menggiurkan. Di surat kabar banyak ditampilkan iklan jual beli kartu baru/bekas.

Diharapkan dengan harga yang tinggi ini, orang yang membeli kartu perdana akan menggunakan terus kartu tersebut sehingga akan menguntungkan operator. Pelanggan akan lebih loyal dan tidak mau sembarangan membuang nomor. Ada informasi dari salah satu operator bahwa dari 8 kartu perdana yang berhasil dijual hanya 1 nomor yang bertahan, sisanya churn. Walaupun biaya produksi kartu tidak besar tetapi akumulasinya sangat besar bisa mencapai ratusan milyar rupiah per tahun. Betapa besar kerugian yang didapat dari kartu yang terbuang sia-sia tersebut.

Saya setuju dengan wacana tersebut. Bagaimana dengan Anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s