Macet Parah

Sejak sering hujan beberapa hari terakhir, perjalanan pergi ke kantor menjadi jauh lebih macet. Padahal saya sudah mengambil jalur alternatif. Terpaksa harus mengambil jalur tikus. Jalur tikus ini masih jarang dilewati. Kalau jalur alternatif sudah banyak yang mengetahui.

Tapi tetap saja ada segmen yang tidak ada alternatifnya. Di situlah terjadi kemacetan yang membuat stres sekaligus melatih kesabaran. Hanya saja karena jam kantor saya yang tidak fleksibel menyebabkan tekanan di jalan jauh lebih tinggi.

Walaupun macet parah, saya masih bersyukur masih banyak yang lebih parah kemacetannya dibandingkan saya, terutama di daerah selatan Jakarta. Begitulah orang Indonesia, sudah macet parah saja dibilang masih beruntung hihihi….Memang untuk masalah penderitaan kita harus melihat ke bawah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s