Merpati 1/2 Mati

Miris rasanya melihat salah satu maskapai penerbangan kebanggaan kita bernama Merpati harus menghentikan operasionalnya karena krisis keuangan. Para karyawannya sudah 2 bulan tidak memenerima gaji. Sebagian yang tidak tahan pindah ke maskapai lainnya dan ada yang masih mencoba bertahan. Mereka yang bertahan beralasan masih cinta dan berharap Merpati kembali terbang tinggi.

Saya awalnya mengira bisnis penerbangan selalu menguntungkan karena tingginya pertambahan penumpang dari tahun ke tahun. Kepadatan bandara juga selalu bertambah. Bahkan bandara Halim kembali dijadikan bandara komersial karena SHIA sudah tidak mampu menampung lonjakan penumpang. Tapi ternyata salah manajemen menyebabkan Merpati menjadi setengah mati.

Saya harap intervensi pemerintah bisa membalikkan keadaan dengan target bulan depan Merpati bisa beroperasi kembali. Bila memang tidak bisa diselamatkan, semoga hak karyawan bisa dipenuhi termasuk pengembalian uang bagi calon penumpangnya dan pembyaran hutang ke rekan bisnis Merpati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s