Susah Parkir

Kita diajarkan untuk bersabar. Contoh kesabaran adalah dalam menghadapi kemacetan. Kita anggap saja kemacetan itu sebagai ujian bagi kita. Ada satu lagi ujian yang harus kita hadapi setelah menembus kemacetan, yaitu mencari tempat parkir. Itu yang sering saya alami bila pergi ke pusat perbelanjaan atau mal.

Setelah mengambil karcis parkir, mulailah perjuangan mencari tempat parkir. Bisa memakan waktu hingga 1/2 jam hanya untuk mendapatkannya. Makanya saya sering menurunkan keluarga dulu di lobi baru parkir. Jadi bisa lebih efisien dan efektif. Biarlah saya saja yang merasakan penderitaannya. Setidaknya saya bisa merasakan seperti supir🙂

Begitu juga saat pulangnya, daripada jauh menuju tempat parkir, di mana biasanya saya mendapat tempat yang diujung dan jauh dari lift/eskalator, maka saya yang mengambil mobil dan keluarga menunggu di lobi. Makanya saya malas ke mal kecuali terpaksa. Kalau ada alternatif parkir resmi pinggir jalan saya akan mengambilnya, selain lebih cepat juga lebih murah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s