Bahasa Campur

Sekarang lagi musim campur-campur. Tujuannya adalah agar target yang dicapai menjadi lebih luas walaupun akibatnya porsi masing-masing bagian menjadi lebih dikit. Contohnya kalau kita kita memesan rujak. Kalau buahnya dicampur tentu kita hanya mendapatkan sedikit jambu, belimbing, mangga. Begitu juga kalau kita memesan somay. Rujak yang dicampur akan menarik lebih banyak penikmat rujak. Coba bayangkan kalau rujak isinya hanya mangga, maka yang tidak suka mangga tidak akan mencobanya.

Hal ini juga berlaku di lirik lagu. Tren yang sedang ramai di dunia musik kita adalah penggunaan bahasa campur-campur di lirik lagu. Sepertinya lebih elit kalau liriknya dicampur dengan bahasa asing. Biasanya yang diambil adalah bahasa Inggris. Pernah juga saya mendengar lagu yang ada bahasa Jepang di dalamnya. Umumnya lirik bahasa asing ini ada di bagian reff-nya. Mungkin harapannya agar lagu bisa diterima tidak hanya oleh orang Indonesia saja tetapi juga orang luar negeri.

Boleh-boleh saja seperti itu, tidak ada yang melarang. Siapa tahu lagunya tembus sampai Amerika sana. Lebih mantap lagi kalau ada lagu luar negeri yang menyisipkan bahasa Indonesia di liriknya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s