Kehilangan Anak Buah

Ada peribahasa bagai anak ayam kehilangan induknya. Ini yang biasa terjadi seperti saat orang tua meninggal atau anak yang terpisah dengan orang tuanya saat di keramaian. Tapi kali ini kejadiannya berbeda 180%. Peribahasanya berubah menjadi bagai induk ayam kehilangan anaknya.

Itulah yang terjadi pada saya. Anak buah satu-satunya di kantor menyampaikan pengunduran diri karena diterima di tempat lain. Saya tidak bisa menolak karena yang ditawarkan jauh lebih baik dari yang sekarang. Bahkan bos saya juga tidak berusaha menahannya. Sepertinya lebih baik karyawan mengundurkan diri daripada di-PHK, jadi tidak perlu memberi pesangon.

Hari terakhirnya masih akhir bulan depan. Jadi masih ada kesempatan untuk handover pekerjaan. Bukan handover ke orang lain tapi ke saya karena bos saya mengatakan kemungkinan besar tidak ada pengganti karena beban pekerjaan yang memang tidak begitu banyak😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s