Menjenguk Teman Sakit

Kemaren saya menjenguk teman istri saya yang sedang sakit di RSCM. Rumah sakit ini selalu saya lewati dalam perjalanan pulang dan merupakan salah satu titik kemacetan. Entah bagaimana beberapa hari terakhir jalanan tidak begitu macet termasuk di daerah itu. Saat tiba di rumah sakit, sedang waktu jenguk dari jam 5 hingga 6.30 malam. Tapi sepertinya peraturan tidak begitu ketat, akses keluar masuk juga bebas. Saya di sana hingga jam 8 malam.

Saat bertemu teman yang sakit itu saya sangat sedih melihat keadaannya. Kondisinya berbeda jauh dengan terakhir kita bertemu. Dia harus transfusi darah karena banyak darah yang keluar dari lukanya. Dia katakan kalau perasaanya lemas dan juga takut, mungkin takut mengingat kematian. Saya juga pernah mengalami hal yang sama. Saat saya datang dia hanya sendirian karena kelurganya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Istri dan teman istri saya memberikan sedikit uang untuk biaya pengobatannya.

Dari kejadian kemaren, maka marilah kita banyak bersyukur atas segala nikmat Allah, mengingat banyak orang yang kondisinya di bawah kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s