Gagal Total Thomas-Uber

Baru saja pemain bulutangkis kita mengalami keberhasilan di All England dan Kejuaraan dunia, langsung saja datang musibah di kejuaraan beregu Piala Thomas dan Uber. Untuk kesekian kalinya kita gagal menjuarainya. Kalau tidak salah terakhir kita merebut Thomas adalah tahun 2002. Untuk Uber jauh lebih lama lagi, mungkin terakhir tahun 1990-an. Bahkan ada yang lebih buruk lagi yaitu Piala Sudirman yang merupakan kejuaraan beregu campuran, terakhir kita merebutnya adalah di saat pertama kali kejuaraan itu diadakan, hampir 30 tahun yang lalu.

Khusus untuk Thomas, tim kita diunggulkan di peringkat pertama dan digadang-gadangkan berperluang besar untuk menjadi juara. Apalagi setelah Cina, pesaing terberat, kalah di semifinal melawan Jepang. Tapi apa mau dikata, kita malah kalah melawan Malaysia. Kalau untuk tim Uber memang sulit menang tetapi tetap saja gagal mencapai target mencapai semifinal.

Dulu kita dianggap hebat di kejuaraan beregu walaupun para pemainnya tidak begitu jago. Faktor kekompakan dan kebersamaan menjadi senjata tambahan di lapangan. Tapi sekarang rasanya sudah tidak ada lagi. Saya tidak tahu butuh berapa lama lagi kita dapat mencicipi manisnya menjuarai Piala Thomas dan Uber. Mudah-mudahan tidak lama….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s