Tidak Tegaan

Saya sedang membangun rumah dan progresnya sudah masuk tahap akhir. Karena memakai sistem harian maka jumlah gaji yang saya bayar tergantung dengan jumlah tukangnya. Saat awal membangun memang jumlah tukang agak banyak tapi di saat akhir seperti sekarang seharusnya jumlah tukangnya yang 5 orang ini bisa dikurangi.

Kenyataannya untuk memberhentikan tukang merupakan tugas yang berat. Saya jadi tidak tega dan kasihan. Saya membayangkan apa yang akan mereka lakukan berikutnya. Mungkin saja menganggur hingga mendapat pekerjaan berikutnya. Bagaimana pula dengan nasib keluarganya.

Akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan saja semua tukangnya. Hitung-hitung untuk membantu orang. Apalagi saya puas dengan hasil pekerjaan para tukang ini. Saya maunya nanti berakhir baik juga🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s