Mengatasi Kemacetan

Sudah banyak diskusi tentang cara mengatasi kemacetan di Jakarta. Sebagian cara sudah diterapkan oleh pemerintah seperti kawasan 3 in 1, menaikkan harga BBM, pembatasan BBM subsidi di wilayah tertentu, dan pajak progresif. Sebagian masih berupa wacana yang tidak kunjung diterapkan seperti kebijaksanaan ganjil genap, kawasan ERP, larangan mobil pribadi menggunakan BBM subsidi hingga pembatasan konsumsi dengan RFID.

Kemaren saya membaca salah satu solusi yang menurut saya mudah diterapkan untuk mengatasi kemacetan. Seperti halnya manusia yang bisa mati seharusnya mobil bisa mati juga. Jadi umur mobil dibatasi, bila sudah waktunya maka tidak boleh beroperasi lagi. Bisa dihancurkan atau diekspor ke negara lain. Sepertinya kebijakan ini sudah diberlakukan di negara lain. Makanya kita sering mendapat hibah kendaraan bekas🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s