Etika Olahraga

Tadi saya menyaksikan pertandingan final bulutangkis ganda putra Asian Games 2014 di Korea Selatran. Atlet yang bertanding adalah pasangan Indonesia melawan tuan rumah. Alhamdulillah akhirnya kita bisa meraih emas kedua. Yang saya mau bahas di tulisan kali ini adalah bukan jalannya pertandingan melainkan etika olahraga yang dulunya umum dilakukan tetapi kali ini saya tidak atau jarang melihatnya lagi.

Etika yang dimaksud adalah permintaan maaf karena kok yang dipukul menyentuh bibir net lalu jatuh di bidang permainan lawan. Jatuhnya kok dalam kondisi seperti ini tentu amat sudah untuk dikembalikan lawan. Umumnya pemain yang mendapatkan poin akan meminta maaf kepada lawannya karena ketidaksengajaan ini. Hal serupa juga terjadi dalam olahraga tenis lapangan. Tapi dalam pertandingan final bulutangkis tadi saya tidak melihat tindakan ini. Kemungkinan besar karena ketatnya pertandingan sehingga bisa jadi pemain merasa senang mendapatkan poin dengan cara ini. Memang tidak ada pemain yang bermaksud memukul kok agar menyentuh bibir net🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s