Dicuekin Pak Ogah

Saat pergi ke kantor di pagi hari saya sering melewati jalan yang ada putaran baliknya. Di putaran itu ada sekelompok pemuda yang membantu mengatur lalu lintas dengan menjadi pak ogah. Saking seringnya lewat maka pak ogah itu jadi mengenal mobil saya.

Saya terus terang malas memberi uang kecil ke mereka. Apalagi kalau melihat mereka masih muda usia dan seharusnya siap bekerja keras. Jadi setiap lewat saya hanya memberi tanda senyum terima kasih saja. Karena sudah dianggap tidak pernah memberi uang, akhirnya saya dicuekin saat memutar balik. Misalkan mobil depan saya dibantu memutar balik, saat giliran saya mereka membiarkan saja, lalu mobil belakang saya dibantu lagi. Bagi saya tidak ada masalah hihihi…

Ternyata jadi pak ogahnya mengharapkan pamrih. Hanya mau membantu kalau ada peluang diberi uang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s