Mundur 1 Halte

Saya pergi ke kantor naik busway. Biasanya di halte yang biasa saya naiki tidak begitu banyak penumpangnya. Tapi beberapa hari lalu waktu saya datang sudah banyak orang yang mengantri. Sepertinya bus yang lewat tidak begitu banyak sehingga ada penumpukan penumpang. Saya perhatikan kalau saya tetap mengantri di halte itu bisa jadi saya tidak bisa langsung masuk kalau ada bus yang lewat. Saya masih harus menunggu beberapa bus lagi. Akhirnya saya putuskan untuk mundur 1 halte menjauh. Jadi saya naik ke arah berlawanan.

Untungnya 1 halte ke belakang merupakan halte yang sepi. Halte ini agak jauh dari rumah warga sehingga pagi hari tidak banyak peminatnya. Halte ini lebih dekat ke kantor dan pusat olahraga. Saat saya tiba di halte itu saya bisa langsung mengantri di barisan paling depan. Tidak ada saingan dan saya bisa langsung naik ketika ada bus yang lewat. Setelah naik tentunya saya kembali melewati halte yang biasa saya gunakan. Dan benar saja dugaan saya kalau saya tidak akan terangkut kalau tetap menunggu di halte itu.

Kejadian seperti ini sering terjadi di moda transportasi lainnya seperti kereta api. Saya hanya berpikir apakah saya harus melakukan hal serupa di dunia pekerjaan? Jadi gaji turun dulu demi mencapai target gaji tinggi dalam jangka panjangnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s